Kerangka Dasar Sistem Informasi Manajemen Dakwah

KERANGKA DASAR SISTEM INFORMASI
MANAJEMEN DAKWAH

A. Kerangka Dasar SIM-D
Kerangka dasar merumuskan konsep yang mendasari penstrukturan sistem informasi manajemen dakwah.
Sistem informasi manajemen merupakan sebuah proses mengorganisasikan sebuah informasi dari sistem informasi untuk membantu atau sebagai dasar pengambilan keputusan. Kalau dilihat dari manfaat nya maka sebuah sistem informasi manajemen dapat digambarkan sebagai berikut :

Manfaat dari manajemen informasi antara lain :
1. Mampu menyajikan informasi secara cepat dan akurat.
2. Dapat memberikan informasi yang menjadi dasar menentukan keputusan.
3. Meningkatkan efisiensi dengan mengurangi biaya dan konsumsi waktu .

Struktur sistem informasi pada dasarnya dibedakan menjadi dua yaitu sistem yang terstruktur (formal) dan sistem yang tidak terstruktur (non formal). Sistem formal adalah sistem yang berjalan menurut norma-norma organisasi yang berlaku pada semua orang, sesuai dengan kedudukannya dalam organisasi. Sistem ini tergantung kepada tugas, wewenag, dan tanggung jawab yang dibebankan kepada pemegang jabatan organisasi. Sedangkan sistem nonformal sistem yang berlaku di lingkungan organisasi melalui saluran-saluran tidak resmi, tetapi mempunyai pengaruh cukup kuat dalam kehidupan organisasi yang bersangkutan. Arus informasi nonformal terdiri atas pembicaraan telepon, pembicaraan tidak resmi dan sebagainya.

1. Struktur sistem informasi berdasarkan kegiatan manajemen
Kegiatan perencanaan dan pengendalian manajemen dibagi atas tiga macam yaitu: kontrol operasional, kontrol manajemen, dan perencanaan stategi. Pengendalian operasional adalah proses penempatan agar kegiatan operasional dilaksanakan secara efektif dan efisien.
Informasi pengendalian manajemen diperlukan oleh berbagai manajer bagian, pusat laba dan sebagainya untuk mengukur prestasi, memutuskan tindakan pengendalian, merumuskan aturan keputusan baru untuk ditetapkan personalian operasional dan mengalokasikan sumber daya. Proses pengendalian manajemen memerlukan jenis informasi yang berkaiatan dengan tingkat ketelitian yang lebih tinggi menyangkut: pelaksanaan yang direncanakan, alasan adanya perbedaaan, dan analisa atas keputusan atau arah tindakan yang mungkin. Perencanaan strategi mengembangkan strategi sebagai sarana suatu organisasi untuk mencapai tujuannya.
2. Struktur sistem informasi berdasarkan fungsi organisasi
Setiap informasi dapat dianggap sebagai kumpulan subsistem yang didasarkan atas fungsi yang dilaksanakan dalam organisasi. subsistem-subsistem yang umum adalah sebagai fungsi-fungsi utama suatu organisasi dalam pemasaran, produk, logistik, personalia, keuangan dan akuntansi. Setiap fungsi akan melakukan kegiatan sebagai subsistem informasi untuk mendukung pengendalian operasional, pengendalian manajemen dan pengendalian strategi.

B. Penerapan Hardware, software, brainware dan prosedure pada SIM-D
1. Penerapan hardware
Hardware atau perangkat keras bagi suatu sistem informasi terdiri atas komputer, peralatan penyimpan data dan terminal masukan/keluaran. Yang digunakan untuk menyimpan semua data yang telah didapatkan. Hardware digunakan untuk mentransmisikan data ke processing dan storage hardware. Peralatan yang paling populer untuk memasukkan data yaitu kombinasi antara keyboard dan layar monitor. Layar monitor dianggap sebagai bagian dari input hardware karena digunakan untuk memeriksa apakah data yang akan dimasukkan telah diketik. Di samping jenis input hardware di atas, terdapat juga input hardware lainnya yaitu mouse, scanner, voice recognition device, hardwriting recognition device, machine data input (mis: modem), light pen, dan bar code reader .
2. Penerapan software
Perangkat Lunak, yaitu program dalam sistem komputer yang berfungsi mengarahkan kegiatan pemprosesan yang berisi instruksi-instruksi (pernyataan program) yang secara tepat dapat diorganisasikan sesuai dengan aturan-aturan yang telah dirancang sesuai dengan kepentingan manajemen. Perangkat Lunak yang biasa digunakan, yaitu program sistem dan program aplikasi dan yang dipergunakan dalam Sistem Teknologi Informasi sesuai dengan kebutuhannya.
3. Penerapan brainware (user)
User adalah personal-personal yang terlibat langsung dalam pemakaian komputer, seperti System analis, programmer, operator, user dll, yang bertugas mengoperasikan perangkat keras (sistem komputer) sesuai dengan Petunjuk Teknis dan Prosedur Sistim Informasi yang ada. Sumber Daya Manusia dalam sistem komputer sangatlah menentukan kelancaran informasi yang akurat dan tepat waktu. Karena itu dipersiapkan sebelumnya dengan pelatihan dan kursus agar trampil dan handal.
4. Penerapan prosedur
Peraturan-peraturan yang menentukan operasi sistem komputer. Prosedur merupakan komponen fisik karena prosedur disediakan dalam bentuk fisik seperti buku panduan & instruksi, terdiri dari 3 jenis prosedur:
1. Instruksi untuk pemakai
2. Instruksi untuk penyiapan masukan
3. Instruksi pengoperasian untuk karyawan pusat

KESIMPULAN

Kerangka dasar merumuskan konsep yang mendasari penstrukturan sistem informasi manajemen dakwah. Sistem informasi manajemen merupakan sebuah proses mengorganisasikan sebuah informasi dari sistem informasi untuk membantu atau sebagai dasar pengambilan keputusan. Struktur sistem informasi pada dasarnya dibedakan menjadi dua yaitu sistem yang terstruktur (formal) dan sistem yang tidak terstruktur (non formal). Sistem formal adalah sistem yang berjalan menurut norma-norma organisasi. Sedangkan sistem nonformal sistem yang berlaku di lingkungan organisasi melalui saluran-saluran tidak resmi.
Beberapa komponen yang harus diterapkan dalam SIM-D, diantaranya: penerapan hardware yang digunakan untuk menyimpan semua data yang telah didapatkan. Penerapan software, berfungsi mengarahkan kegiatan pemprosesan yang berisi instruksi-instruksi (pernyataan program) yang secara tepat dapat diorganisasikan sesuai dengan aturan-aturan yang telah dirancang sesuai dengan kepentingan manajemen. Penerapan brainware (user) yang bertugas mengoperasikan perangkat keras (sistem komputer) sesuai dengan Petunjuk Teknis dan Prosedur Sistim Informasi yang ada. Penerapan prosedur Peraturan-peraturan yang menentukan operasi sistem komputer. Prosedur merupakan komponen fisik karena prosedur disediakan dalam bentuk fisik seperti buku panduan & instruksi, terdiri dari 3 jenis prosedur:
1. Instruksi untuk pemakai
2. Instruksi untuk penyiapan masukan
3. Instruksi pengoperasian untuk karyawan pusat

DAFTAR PUSTAKA

1. Siagian. Sondang P. Sistem Informasi Manajemen. Bumi Aksara. Jakarta: 2003.
2. Davis. Gordon B. Sistem Informasi Manajemen. PT Pustaka Binaman Pressindo. Jakarta: 1998.
3. http://www.erikiman.com/public/Perbandingan%20Kerangka%20SIM%20dan%20SPK.pdf
4. http://ermaliawinda.blogspot.com/2010/02/sistem-informasi.html
5. http://www.docstoc.com/docs/22289526/Struktur-Sistem-Informasi-Manajemen

About these ads
This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s